Buku Timah, Manusia, dan Masa Depan Menata Ulang Arah Pembangunan Hijau dan Digital
Buku ini mengkaji industri timah Bangka Belitung secara menyeluruh dari sejarah kolonial hingga tantangan masa kini. Para penulis menyoroti paradoks di balik kekayaan timah: meski menjadi produsen utama dunia, rakyat di daerah penghasil masih berjuang dengan kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketidakpastian ekonomi.
Buku ini terbagi dalam tiga bagian. Bagian I (Jejak Timah) menelusuri sejarah penambangan sejak zaman kolonial Belanda, dampaknya pada budaya dan identitas Bangka Belitung, hingga krisis ekologis akibat tambang ilegal. Bagian II (Manusia) mengangkat kisah nyata masyarakat di lingkar tambang—penambang, nelayan, dan perempuan—serta mendorong model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media. Bagian III (Digitalisasi) merumuskan solusi lewat transformasi digital: sistem “Satu Data Indonesia” untuk transparansi tata niaga, pemberantasan perdagangan gelap, dan roadmap Babel Hijau 2045 menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
Pesan inti buku ini sederhana namun kuat: timah suatu hari akan habis, tetapi masa depan Bangka Belitung ditentukan oleh pilihan yang kita buat hari ini dari menambang bumi menuju menambang pengetahuan.
Penulis
- Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M.
- Dr. Sofian Lusa, S.E., M.Kom
- Dr. M. Adha Al Kodri, S.Sos., M.A
